Tinggalkan Sombong, Kembalilah Kepada Keluarga

Alkisah ada seorang ayah yang sukses dalam kehidupannya, ia saat ini telah menjabat sebagai direktur di sebuah perusahaan. Kemampuannya dalam menyusun  strategi bisnis tidak diragukan lagi. Setiap orang menghormatinya dan memuji setiap keputusan yang dikeluarkannya. Keputusannya selalu benar, dan memberikan dampak yang luar biasa bagi kesuksesan perusahaan.

 

Namun, kehidupannya di kantor mungkin tak sama dengan kehidupannya di dalam keluarga.

Suatu ketika ia mengadakan makan malam bersama seluruh keluarganya, yang dihadiri oleh istri, dan 2 orang anaknya. Saat makan malam selesai seolah ia ingin menunjukkan kehebatannya pada keluarganya dan ia ingin agar mereka mengakuinya. Muncullah ide dari sang Ayah, “Mami, dan anak anak yuk sekarang kita sebutkan kekurangan yang kita miliki” Sang papah merasa bahwa dirinya sempurna dan telah menjadi suami yang sukses. Namun kesombongannya itu justru membuka kan mata hatinya, bahwa masih banyak kekurangan yang ia miliki. Sang anak pertama berkata “Yang kami ingin kan adalah kehadiran papa setiap hari menemani kami” Anak yang kedua berkata, “Aku cuma ingin papa ga marah marah terus sama mamah”, dan istrinya pun berkata “mamah ingin kita bisa berlibur bersama sekeluarga, sering sering makan bersama, dan berbagi kasih sayang untuk anak anak”

Sungguh naas makan malam itu, bukan sanjungan yang papah dapatkan namun berbagai kekurangan yang tidak ia ketahui saat ia berada di kantor. Mungkin kehidupannya di kantor bisa dikatakan sukses, namun kehidupan keluarganya berantakan. Beruntunglah masih ada seorang istri yang senantiasa menyayangi anaknya hingga anaknya dapat tumbuh dengan besar tapi kehilangan sosok seorang ayah yang baik dan penyayang.

Pelajaran yang dapat diambil dari kisah ini adalah, bahwa kesuksesan karir bukanlah segalanya, kekayaan materiil bukan lah segalanya. Kebahagiaan yang sesungguhnya terkadang tidak berasal dari materi, namun dari kasih sayang dan perhatian. Jangan menganggap bahwa ketika anda sukses di dunia kerja, secara otomatis anda akan sukses dalam keluarga. Salah besar. Yang harus anda utamakan adalah kesuksesan dalam berkeluarga, karena ketika anda berhasil dan sukses dalam membina keluarga, maka kesuksesan itu akan mengikuti anda hingga mencapai kesuksesan karir. Keluarga adalah segalanya (padahal penulis belum berkeluarga :D) Ini idaman penulis, membangun kesuksesan karir melalui keluarga yang damai, sejahtera, tentram, bahagia, saling mengasihi, dan penuh dengan cita cita mulia.  yee jadi curhat…  :D Semoga bermanfaat..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s