Pelajaran Sangat Berharga: Jadilah Indonesia, Anak Bangsa

jadilah indonesia

Pelajaran ini sungguh sangat berharga, dari motivator handal Indonesia, Bapak Mario Teguh. Lebih dari sekedar motivasi, namun ini harus diinternalisasi dalam setiap jiwa anak bangsa. Lihat dan ingat baik baik.. Semoga bermanfaat

___________________________
Seorang sahabat menyampaikan kegundahannya tadi sore,
berkenaan dengan keberhasilan satu negara tetangga kita dalam memproduksi jamu tradisional Indonesia secara modern, dan sedang menyusun strategi untuk memasarkannya ‘kembali’ ke Indonesia.

Mereka mengirimkan ‘scouts’ untuk mempelajari formula dan bahan baku pembuatan jamu tradisional di seluruh wilayah Indonesia yang telah berabad-abad tersohor dengan keefektifan pengobatan tradisionalnya. Dengan hasil riset yang baik itu, mereka mengembangkan proses produksi dan packaging yang modern dan sepadan dengan kualitas dan tampilan obat-obat modern yang lain.

Hmm … apakah salah jika negara lain berhasil memodernkan kekayaan kultural dan intelektual tradisional kita dan memasarkannya sebagai ‘produk’ mereka, jika kita tidak melakukan yang sebanding?

Apakah kita bisa tetap merasa berhak menguasai harta warisan leluhur kita, yang kita hidupi dengan sikap mengalir saja, saat orang lain bisa mengembangkannya menjadi kekayaan bisnis modern dalam kancah pemasaran dunia?

Atau apakah kita terlalu sibuk tawuran antar sekolah, antar universitas, antar RT dan kampung, dan antar partai politik?

Atau apakah karena para pemimpin kita sibuk dengan perselisihan penuh intrik dan muslihat yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan penyejahteraan rakyat?

Atau apakah kita sudah demikian dibutakan oleh rasa haus akan uang dan kedudukan yang memungkinkan pencurian uang rakyat?

Atau apakah kita sudah kehilangan hormat kepada lembaga pernikahan dan keluarga?

Atau apakah kita hanya bertopeng wajah alim untuk menutupi muslihat pencurian berjamaah?

Jika orang tidak merasa prihatin dengan keadaan negara dan bangsa kita akhir-akhir ini, mungkin itu karena dia tidak memperhatikan, atau karena dia sudah mati rasa.

Marilah kita menegaskan diri, untuk tidak memilih pemimpin, pejabat, dan wakil rakyat yang tidak jujur. Pilihlah orang-orang jujur yang tidak mampu membayar Anda untuk menjabat, tapi yang tegas, yang pandai, yang bebas dari dosa dan dusta yang menyandera ketegasannya.

Marilah kita memulai pembangunan Indonesia yang jujur dengan tidak menjadikan pendusta dan pencuri sebagai pengatur kehidupan banyak orang.

Semoga Tuhan menempatkan jiwa-jiwa baik dan amanah sebagai pemimpin, pengelola, dan penata kehidupan bagi seluruh bangsa yang besar dan sejatinya mulia ini.

Jika memang sudah tidak ada kemungkinan lain yang lebih baik, semoga Tuhan mengambil alih kepemimpinan bangsa ini secara langsung – melalui wakil-wakil-Nya yang tidak berkedudukan tapi berpengaruh, yang tidak berpangkat tapi berdampak, dan yang tidak berkewenangan resmi tapi dipatuhi.

Semuanya, agar kita direstui untuk menjadi masyarakat yang damai, yang cerdas, yang produktif, yang sejahtera, yang rukun, yang saling memuliakan, dan yang mengharumkan nama besar Indonesia.

Aamiin

Ada Potensi Kita Semakin Tidak Memiliki Indonesia.
25 Februari 2013
Mario Teguh – Loving you all as always

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s