Janganlah Menunda Hak Orang Lain

Alhamdulillah, dapat ilmu baru… hidayah dari berbagai sumber.. semoga bermanfaat..

Ya Rabb,, jauhkanlah kami dari menunda hak hak orang lain.. dan jauhkanlah kami dari hutang hutang.. Sesungguhnya hamba mu tidak menyukai hutang menghutang. 

Tidak halal bagi seorang muslim untuk mengambil harta orang lain secara tidak sah. Allah dengan tegas telah melarang hal ini dalam kitabNya. Ini meliputi segala kegiatan yang dapat menimbulkan kerugian bagi orang lain, baik itu dengan cara riba, judi, kamuflase harga, menyembunyikan cacat barang atau produk, menimbun, menyuap, bersumpah palsu, dan sebagainya. Orang yang memakan harta orang lain dengan cara tidak sah berarti telah berbuat dhalim (aniaya) terhadap orang lain. Allah berfirman: ”Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang bathil dan kamu membawa harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebahagian daripada harta benda orang lain itu dengan dosa, padahal kamu mengetahui”.(QS Al Baqarah 188)

“Sungguh akan datang kepada manusia suatu masa, yaitu seseorang tidak lagi peduli dari mana dia mendapatkan harta, dari jalan halal ataukah (yang) haram”. (HR. Bukhari)

Perhatikanlah peringatan Rasulullah kepada oarang mampu yang menunda pembayaran hutangnya “Orang kaya yang memperlambat pembayaran hutang adalah kezaliman” (HR Bukhari, Muslim dan Malik)

“Kadang apa yang menimpa kita adalah cermin dari apa yang kita lakukan pada orang lain”

Ketika kita sudah memberikan rizki atau kemudahan kepada orang lain dalam sedekah kita, maka Allah memberikan balasan dalam bentuk memberi rizki atau kemudahan kepada kita. Sebaliknya, jika kita mempersulit atau membuat susah orang lain, maka pasti kita akan mendapat kesulitan.

Dalam Islam terdapat prinsip usaha yang sangat mulia yaitu “Berilah upah kepada para pegawai sebelum kering keringatnya”. [HR Ibnu Majah]. Kata karyawan disitu tidak harfiah karyawan usaha kita, tapi juga mitra, suplayer maupun kontraktor kita. Prinsip tersebut adalah memberikan  hak orang lain sesuai  jumlah dan waktunya.  Jika menunda hak orang lain, atau membuat sulit orang lain, jangan heran  jika usaha kita juga mengalami kesulitan.

Jadi, berikanlah hak orang lain sesuai jumlah dan waktunya. Untuk apa menunda atau menahan hak orang lain.. kalo kita lakukan yakinlah keberkahan akan menjauh dari kita.

“Sungguh beruntung orang yang telah berserah diri, diberi kecukupan rizki dan diberi sifat qna’ah terhadap apa yang diberikan Allah kepadanya”. (HR. Muslim)

“Barangsiapa yang memperhatikan orang yang dilanda kesusahan, atau bahkan ikut menghilangkan kesusahannya, maka Allah akan menaungi dirinya pada hari Kiamat”. (HR. Muslim)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s