Manusia Berencana Tuhan Berkehendak

Takdir itu siapa yang tahu? Hidup ini memang penuh dengan ketidakpastian.. Dan indahnya seni kehidupan adalah, bagaiaman kita berjuang untuk mendapatkan suatu kepastian. Manusia berusaha, bekerja, bercita untuk mencapai suatu kepastian bagi dirinya. Namun, apa daya, manusia tetaplah manusia. Kita hanya bisa berencana dan berjuangmaksimal untuk mendapatkan kepastian yang kita inginkan. Seandainya takdir berkata tidak, maka 1 hal yang harus dipersiapkan, ikhlas dan tawakal (berserah diri kepada Allah).  Dan bersegera mengusahakan yang lain, bangkit dan tetap optimis..

Pada awalnya sudah berencana jauh jauh hari untuk melakukan pendakian gunung gede bersama guru saya dan beberapa teman. Rencana sudah dbuat sebelum lebaran, peralatan dan perlengkapan sudah dipinjam, seperti tenda, tas, sleeping bag, kompor, dan lainnya. Namun tiba tiba saja h-3 guru saya tersebut sakit (tidak enak badan), gagal lah sudah. Namun keinginan untuk mendaki masih tinggi, selanjutnya saya mencoba mengumpulkan teman teman yang lain, agar lebih ramai (tanpa guru) dan oke, berhasil mengumpulkan 4 orang (sudah lebih dari cukup untuk sekedar mendaki gunung). Namun naas, sebelum pendakian diharuskan booking (lapor kepada petugas) maksimal H-3. Dan ketika saya menelepon, ternyata petugas berkata tidak, “maaf mas, pendakian untuk saat ini ditutup hingga oktober karena terjadi kekeringan dan kebakaran.” Hmm… hilang sudah harapan,, Tak sampai di situ saja, karena masih ingin bertamasya,  kita rencana lah ke pulau tidung. Mencoba lagi mengumpulkan orang, tapi sayang tidak sampai 3 orang. Dan jika jadi berangkat total biaya yang harus ditanggung masing2 cukup besar. Gagal lagi. Selanjutnya memutuskan untuk berangkat ke Bandung, kebetulan ada saudara yang minta ditemani mencari kost (abis keterima di salah 1 univ Bandung). Ngomong punya ngomong, berharap bisa liburan di Bandung dengan waktu cukup. Eh ternyata saudara pengennya berangkat pagi pulang sore (klo begini habis diongkos, lelah di badan, ga jadi jalan jalan -.- ). Pupus sudah harapan ke Bandung.. Yang terakhir, tujuan Cibodas, tapi sayang tidak sampai 3 orang yang mau berangkat (pada belum balik ke Depok sih).. Pasrah, sudah berencana untuk berlibur bersantai berwisata, namun Tuhan berkehendak lain. Dan patut kita syukuri, siapa tahu klo saya berangkat mungkin akan terjadi apa2 pada saya. Siapa tahu ini yang terbaik untuk saya..😀

One thought on “Manusia Berencana Tuhan Berkehendak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s