Akhirat Sisa Dunia, atau Akhirat Sisa Dunia?

Setelah AaGym memposting tausiyahnya, jadi ingat kajian yang saya ikuti di Masjid Baitul Ihsan Bank Indonesia (25/6/2012).. Ternyata hampir mirip mirip juga. Sesuai hukum “Setelah terinspirasi, sampaikan lah ke orang lain agar ikut terinspirasi, setelah menerima, berilah kepada orang lain, prinsip berbagi” Berikut kutipan tausiyah dari  Aa, ada rekaman audionya juga, tapi belum sempat di posting. Monggoo..

#Hanya Memberi Sisa#

Mengapa kita sering habis habisan mengerahkan tenaga, pikiran, waktu, biaya, hati untuk mencari cinta manusia; makhluk tak berdaya, yang tak bisa menguasai hatinya sendiri dan pasti akan tiada.

Tapi kita tidak habis-habisan memburu cinta Allah. Penguasa semesta alam, Yang nyata-nyata sudah Menciptakan, Menghidupkan, Menjamin, Mengurus diri kita setiap saat walau DIA Menyaksikan kita lupa, lalai dan bahkan mengkhianati-Nya

Mengapa kepada DIA hanya memberi sisa ?

Sholat hanya sisa waktu kesibukan
Zikir hanya sisa ngobrol
Menyebut namanya hanya sisa menyebut-nyebut harta / manusia.
Baca alquran hanya sisa baca koran/ sms/bbm, internet
.
Sedekah hanya sisa belanja/jajan
Memikirkan akhirat sisa memikirkan duniawi
Hati untuk-Nya hanya sisa dari hati yang dipenuhi cinta kepada manusia/ duniawi.

Akankah hanya sisa sisa untuk Rabb yang amat Mengasihimu ? Manaa bukti cintamu ? Hanya sisa-sisa itukah. Bukti cintamu. kepada Penciptamu ?

 

2 thoughts on “Akhirat Sisa Dunia, atau Akhirat Sisa Dunia?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s